Blessing Based Spiritual Nurture

Seharusnya tak ada yang mencemaskan sunyi
malam ini,
sebab bisik peristiwa
akan selalu mengalir bagai debur waktu
meski selembar hati rebah dalam isyarat kita

Perlahan debu-debu di perigi itu
menjemput pagi yang mulai bangkit
dari kubur-kubur tak bernisan
agar bisa melepas senyum dari kepedihan
dan cengkraman kekerasan sebuah ruang

Membentuk garis-garis tebal
lewat sudut matahari terasa redup pijar semesta
begitupun banyak kenyataan
yang harus bercengkrama diantara khayal
dan keresahan,
kota kian membatu
dari kungkung kelam yang terbius senja

(dan aku makin sendiri saja)

Tapak hari mulai lelah;
warna hidup pudar pada bising angan
jejak itu telah rampung
dalam lukisanmu

June 7, 2007 - Posted by | 1st Die

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: