Blessing Based Spiritual Nurture

Bencana,
tak seharusnya sia-sia meremas warna hitam
dan dari mulut malam darah mengalir
rubah penantianku yang terkapar
dimainkan waktu,

…ah, begitu lambat arakmu rasuki otakku!
walau dangkalnya langit
telah jauh tertinggal

Lembar-lembar hati yang pancarkan birahi
rembulan yang kujahit bersama darahmu
hingga sungai yang mengalir dimataku kering
dihempaskan rindu

Pada setiap gesekan biola
tak kuhentikan alir airmatamu
ketulusan hati
yang takkan tumbang

June 7, 2007 - Posted by | 1st Die

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: