Blessing Based Spiritual Nurture

Kepada Malam

Kaki malam menggoreskan kaca jendela
menoreh sejarah tanpa muara pasti
ketika tiba-tiba muncul tanya
dimana kita akan mulai?
disini didada yang mungil ini
mengalir berjuta mimpi tanpa ujung

Disini ada rintih yang tertindih
ada tepuk tangan diantara kehancuran
ada harapan diantara kecemasan
mulut yang sibuk umbar janji
menggapai hari esok yang tanpa pijakan
mengambang diantara bulan muram
mengarungi malam tanpa henti

Wajahmu bulan
selalu setia menelusuri gelap
debgab kehangatan segelas kopi pahit
merenda malam dengan bintang

Tiba-tiba ada yang menjerit
ketika kau pijit kaki langit
ada yang tertunduk malu
ketika kau aduk perut bumi

Harap yang mulai mengawang
berselendang mega sunyi
kau tenggelamkan diri ketengah rimba

Mulut malam mengalirkan berguci-guci arak
namun tak seperti yang diharapkan
terasa sangat lambat mengaliri setiap rongga aorta
walau kedalaman cakrawala telah tak kutemukan
tanpa ada gelepar kepenatan otakku

Disini
ada rintih yang tertindih
bergelas kopi dan arak

Malam-malam begini
pijitlah nurani ini
:agar lepas kepenatan
(agar kurasakan terjangan angin)

June 13, 2007 - Posted by | 1st Die

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: