Blessing Based Spiritual Nurture

Pa..

Pa,..
tidak ada tiupan lilin
atau gaung lagu ‘Panjang Umur’

ah..
tubuhmu yang telah renta
tetap mencoba bertahan
diantara hempasan hidup

engkau tetap berjuang untuk hidup
yang mungkin takkan lama bertahan,

diantara kesombongan dan keangkuhan mereka,
yang dulu bertahan diantara sela kakimu
engkau tetap saja
bertahan dalam pendirianmu
diantara dendam dan rasa sakit hatiku
tetap saja,
engkau masih bersabar..
“biarkan Am!”, katamu.

Pa,
sengaja tahun ini
aku tidak ucapkan ucapan panjang umur,
walau jujur, sebenarnya perih
menahan untuk tidak kuucapkan
seperti tahun-tahun yang lalu

Pa,
aku kangen
masa kecilku
walau saat itu aku jarang dapat perhatian yang lebih darimu
dibanding saudara-saudaraku yang lain
walau saat itu yang ada “bukan dan jangan!” untukku.

Pa,
tidak terasa hampir 30 tahun
kamu temani aku
untuk dewasa

Terimakasih Pa!

July 7, 2007 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: