Blessing Based Spiritual Nurture

Mata Pisau

sebagai pengembara, satu-satunya mata pisauku
mungkin cuma kenangan, tapi rantau adalah
dua mata pisau yang agak ganjil cara mengasahnya

mata pertama terasah oleh kabar gembira
yang kilauan-kilauannya memukau orang-orang sekampung
– kisah keberuntungan
dimalam-malam sehabis hujan, di warung kopi
yang buka hingga larut
mereka rindu ketajamannya
mengiris kebekuan mimpi, yang tak pernah rampung

mata yang sebelah lagi
terasah kabar buruk
yang harus kubawa sendiri dengan kengiluan-kengiluanku
dengan igauan-igauanku, tak terbalaskan

dua mata pisau, satu hulu; menyatu dalam diriku
selalu terasah walau kusarungkan kebalik jantung
membuat kenangan

July 29, 2007 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: