Blessing Based Spiritual Nurture

Bahasa Darah

Alis matamu seperti ulat bulu itu, tak bisa lagi tercatat
oleh waktu. tapi, aku tak henti membacanya karena ada
bahasa darah disana. aku juga mengenang ribuan kepala
yang meracau dari tubuh-tubuh itu, hingga membuatku
mual dan ketakutan

Diantara ribuan bulu matamu, aku tanami tubuh-tubuh
yang telah beku dari padang pembantaian.
demikianlah waktu tak pernah hilap mencatat,
bahkan untuk menghitung bilangan jumlah.

Kau mungkin tak percaya, diantara alis matamu yang indah
dan menawan itu, berkali-kali kudengar
erang cinta yang terluka. karena padang pembantaian
tak letih membangun diri disana-sini

hingga dikelopak mata kita sendiri
hingga dibola mata kita

August 1, 2007 - Posted by | 2nd Death

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: