Blessing Based Spiritual Nurture

RASA MALU

Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa
(Lukas 15:18
)

Bagi orang Jepang, rasa malu atas kesalahan dan kegagalan yang mereka
alami bisa tampak sebagai masalah yang begitu besar. Oleh karena itu,
demi menghapus rasa malu semacam ini, mereka berani melakukan
tindakan harakiri (bunuh diri).


Dalam setiap hidup kita, rasa malu dan sesal pasti akan muncul saat
kita menyadari telah salah melangkah atau mengalami kegagalan.
Perumpamaan tentang anak hilang yang diberikan oleh Tuhan Yesus
memberi kekuatan dan keberanian kepada kita.

Setelah si anak hilang menyadari kesalahannya, ia sungguh merasa malu
dan menyesal. Malu pada orang-orang yang mengenalnya, malu pada
masyarakatnya, terutama malu pada keluarganya, khususnya pada sang
ayah yang pernah ia sakiti. Rasa malu yang begitu menguasai bisa saja
membuatnya putus asa dan ingin mengakhiri hidup. Namun, apakah yang
dapat kita pelajari dalam perumpamaan ini? Si anak hilang tidak
berhenti pada rasa malu dan sesal saja. Ia mempunyai keberanian untuk
mengakui segala dosanya. Ia berani melawan rasa malunya dengan pulang
dan menghadapi bapanya. Dengan segala risikonya. Ia pulang dengan
hati yang siap menerima konsekuensi atas kesalahannya, bahkan jika ia
harus kehilangan status sebagai anak.

Terkadang rasa malu atas kesalahan kita tak tertahankan. Namun, kita
memiliki Bapa surgawi yang penuh kasih dan mau mengampuni. Mari kita
beranikan diri untuk datang kepada-Nya dengan pertobatan, Dia siap
menerima kita kembali dan memulihkan kita dari keterpurukan –NDA

BERHENTILAH MENYESAL
ATAU ANDA AKAN KEHILANGAN HIDUP ANDA

Lukas 15:11-24

11. Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak
laki-laki.
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku
bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya
membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh
bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia
memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan
di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri
itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi
makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya
kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya
orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku
di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata
kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap
bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku
sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia
masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya
oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu
merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap
sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak
bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa
ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan
kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan
marilah kita makan dan bersukacita.
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia
telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka
bersukaria.

January 28, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: