Blessing Based Spiritual Nurture

"GETAR" TUHAN


Nats: Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun sujud di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, pergilah dari hadapanku, karena aku ini seorang berdosa” (Lukas 5:8)

Pernah tersetrum listrik? Bagaimana rasanya? Maukah Anda mengulangi?
Tidak bukan? Itu wajar. Namun, bagaimana bila yang Anda alami adalah
“tersetrum” Tuhan?

Seusai mengajar dari atas perahu, Yesus menyuruh Simon bertolak ke
tempat yang lebih dalam dan menangkap ikan. Seketika nelayan kawakan
ini memprotes, tetapi akhirnya ia patuh. Hasilnya? Mukjizat.
Perahunya penuh ikan hingga hampir tenggelam. Lalu ada satu hal
menarik yang terjadi dalam diri Simon. Ia menyadari ketidaklayakannya
untuk mengalami rahmat itu.

Mengalami mukjizat justru membuat Simon mengakui keadaannya sebagai
orang berdosa. Biasanya jika seseorang mengalami mukjizat, ia merasa
senang bahkan sangat bangga. Namun, Simon justru gentar. Pengalaman
dengan Yesus sungguh membuatnya terpesona sekaligus takut. Katanya,
“Tuhan, pergilah dari hadapanku, karena aku ini seorang berdosa”
(ayat 8). Pergikah Yesus? Tidak. Yesus justru mengundang Simon untuk
lebih dekat kepada-Nya. Bahkan sangat dekat. Yesus ingin mengubahkan
Simon — yang menyadari bahwa dirinya tidak layak — menjadi Petrus
yang akan “menjala” manusia-manusia lain dengan “jala” rahmat Tuhan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah tergetar karena karya
Tuhan? Mungkin pernah, bahkan sering. Permasalahannya, apa yang
menjadi buah dari getaran itu? Rasa bangga dan pongah rohani sembari
membanding-bandingkannya dengan pengalaman orang lain? Atau, justru
sebaliknya: kerendahan hati yang menebarkan rahmat Tuhan bagi semua
orang? Mari temukan mana yang sepantasnya kita rayakan.

AMBILLAH WAKTU UNTUK MENEMUKAN RASA DAMAI,
DAYA ILAHI, DAN RASA CINTA

Lukas 5:1-11

1. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret,
sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman
Allah.
2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya
telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon,
dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari
pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon:
“Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk
menangkap ikan.”
5 Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja
keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau
menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah
besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu
yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu
datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan
ikan hingga hampir tenggelam.
8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan
Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini
seorang berdosa.”
9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub
oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang
menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut,
mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat,
merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

January 30, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: