Blessing Based Spiritual Nurture

KEMASAN YANG MEMIKAT


Nats: Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1Samuel 16:7)

Salah satu hal yang penting dalam marketing adalah kemasan. Walaupun ada lebih dari satu merek dalam satu jenis produk, tetapi bila kemasannya berbeda, maka akan berbeda pula hasil penjualannya. Survei membuktikan; kemasan berpengaruh sangat besar dalam penjualan. Sebab ternyata banyak orang yang membeli sebuah produk lebih karena kemasannya. Jadi, tak heran kalau misalnya permen, tidak hanya beraneka rasa dan bentuknya, tetapi juga beragam kemasannya.

Hal ini pula yang terjadi pada Samuel ketika bertandang ke rumah Isai. Ia datang untuk mengurapi seorang raja bagi Israel. Sebuah jabatan yang tidak main-main. Wajar kalau ia berpikir bahwa orang yang akan dipilih Allah adalah seseorang yang berperawakan tinggi dan kuat, berwajah penuh wibawa. Itu sebabnya, ia langsung kepincut ketika melihat Eliab, seorang anak Isai yang berpenampilan meyakinkan. Namun, apakah Tuhan memilihnya? Ternyata tidak. Samuel boleh saja melihat apa yang tampak oleh mata, tetapi Tuhan lebih melihat hati.

Banyak orang juga cenderung lebih berfokus pada “bentuk” daripada “isi”; lebih senang melihat penampilan luar daripada kualitas yang ada di dalam. Apakah ini salah? Dalam kaitannya dengan orang, tentu saja salah. Sebab penampilan luar seseorang tidak selalu mewakili kualitas hati. Jadi, salah juga bila kita ke-mudian begitu mati-matian menjaga penampilan lahiriah, tetapi lalai menjaga kualitas rohani. Mari kita berhati-hati menilai orang lain. Pula lebih bersungguh-sungguh menjaga hati. Tuhan lebih melihat apa yang ada di dalam

JANGAN MENILAI SESEORANG DARI PENAMPILANNYA
DI BALIK JAS TUA, BISA ADA HATI YANG KAYA

1Samuel 16:1-13

1. Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau
berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja
atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah.
Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di
antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”
2 Tetapi Samuel berkata: “Bagaimana mungkin aku pergi? Jika
Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku.” Firman TUHAN: “Bawalah
seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan
korban kepada TUHAN.
3 Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku
akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah
bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.”
4 Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia
di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya
dengan gemetar dan berkata: “Adakah kedatanganmu ini membawa
selamat?”
5 Jawabnya: “Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban
kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke
upacara pengorbanan ini.” Kemudian ia menguduskan Isai dan
anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara
pengorbanan itu.
6. Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu
pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang
diurapi-Nya.”
7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang
parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya.
Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat
apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
8 Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan
Samuel, tetapi Samuel berkata: “Orang inipun tidak dipilih
TUHAN.”
9 Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata:
“Orang inipun tidak dipilih TUHAN.”
10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan
Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak
dipilih TUHAN.”
11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?”
Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang
menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah
memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia
datang ke mari.”
12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan,
matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman:
“Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”
13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan
mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari
itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu
berangkatlah Samuel menuju Rama.

February 5, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: