Blessing Based Spiritual Nurture

TERBATAS TETAPI SUKSES


Nats: Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu (Kejadian 39:2)


Naluri alamiah setiap manusia adalah ingin berhasil dalam hidupnya. Karena itu, segala upaya dikerahkan agar keberhasilan itu dapat diraih. Ada yang mengusahakannya dengan bekerja keras, tetapi ada juga yang memilih cara tidak masuk akal. Misalnya saja seperti yang dilakukan para penipu ulung yang konon memiliki kemampuan menggandakan uang. Namun sayang, jalan pintas menuju keberhasilan kerap kali justru menjeru-muskan. Lalu, di manakah kita dapat me-nemukan kunci keberhasilan hidup?

Sesungguhnya, Alkitab juga memuat bahasan tentang bagaimana seseorang bisa mencapai sukses. Mari kita selami lagi perjalanan hidup Yusuf. Bagaimana mungkin seseorang yang sepertinya tidak memiliki modal sukses, bisa meraih kesuksesan yang spektakuler? Siapakah Yusuf? Yusuf hanyalah seorang muda yang ditolak oleh saudara-saudaranya.
Seorang anak yang dianggap sebagai pembual oleh saudara-saudaranya, bahkan oleh ayahnya sendiri. Seseorang yang tidak pernah menempuh pendidikan manajerial, tetapi akhirnya mampu menjadi manajer yang baik bagi negara Mesir. Mengapa demikian?

Satu-satunya kunci yang dimiliki Yusuf adalah penyertaan Tuhan. Dalam menjalani naik turunnya hidup, Yusuf selalu berusaha menghormati dan mengutamakan Allah. Dan ia pun membuktikan ayat Amsal 3:6 yang berkata: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”. Allah hadir dalam segala keterbatasan Yusuf dan membuatnya
berhasil. Demikianlah Allah juga akan hadir dalam segala keterbatasan kita dan membuat kita berhasil, asal kita mau hidup berpaut kepada-Nya.

YUSUF TAK MEMERCAYAKAN MASA DEPAN PADA DIRINYA SENDIRI
NAMUN PADA ALLAH YANG TAK HENTI MENYERTAINYA

Kejadian 39:1-23

1. Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang
Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia
dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang
yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di
rumah tuannya, orang Mesir itu.
3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan
bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia;
kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya
diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala
miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu
karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya,
baik yang di rumah maupun yang di ladang.
6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan
dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun
selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya
dan elok parasnya.
7. Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan
berahi, lalu katanya: “Marilah tidur dengan aku.”
8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu:
“Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di
rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada
kekuasaanku,
9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari
padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari
pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku
melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap
Allah?”
10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf,
Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya
dan bersetubuh dengan dia.
11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk
melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun
tidak ada di rumah.
12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata:
“Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di
tangan perempuan itu dan lari ke luar.
13. Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan
bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka:
“Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat
mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan
aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya,
ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”
16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah
pulang.
17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada
Potifar, katanya: “Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu
datang kepadaku untuk mempermainkan aku.
18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya,
ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”
19. Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan
isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh
hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.
20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam
penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf
dipenjarakan di sana.
21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih
setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala
penjara itu.
22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam
penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus
dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang
dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa
yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

February 20, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: