Blessing Based Spiritual Nurture

STOP BERKELUH KESAH

Nats: Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1Tesalonika 5:18)

Hee Ah Lee, seorang gadis Korea berusia 22 tahun, memiliki fisik yang jauh dari ukuran normal. Masing-masing tangannya hanya memiliki dua
jari seperti capit, kakinya pendek, hanya sebatas lutut. Namun, kondisi itu tak membuatnya terpuruk. Ia tak membiarkan kelemahan fisiknya menjadi sumber keluh kesahnya, tetapi ia bangkit untuk menang atas keterbatasannya. Kini, ia adalah seorang pianis yang menakjubkan. Bahkan, nada-nada sulit yang digubah para maestro musik klasik seperti Chopin, Beethoven, Mozart, dapat dimainkannya dengan sangat apik! Padahal, tak ada not balok karya para maestro itu yang diciptakan untuk dimainkan hanya dengan empat jari. Ah Lee sendiri yang memodifikasi hingga empat jarinya mampu menari di atas tuts-tuts piano dengan lincah.

Bagi orang yang suka berkeluh kesah, segala sesuatu dalam hidupnya bisa dijadikan bahan keluhan. Anak-anak sulit dibangunkan di pagi hari, lambat mandi, susah sarapan. Suami cuek membiarkan istri jungkir balik mempersiapkan anak-anak untuk berangkat sekolah. Rumah berantakan. Pekerjaan kantor menumpuk, rekan kerja menyebalkan. Sepanjang hari, ada begitu banyak bahan untuk berkeluh kesah!

Firman Tuhan yang menjadi bacaan kita hari ini mengajak kita untuk mengucap syukur dalam segala hal kepada-Nya (ayat 18). Sebab hanya dengan hati yang bersyukur, kita dapat melihat peluang-peluang yang Tuhan sediakan di balik keluhan kita. Hati yang penuh rasa syukur menutup peluang untuk berkeluh kesah, sebab kita tidak sanggup
menghitung segala berkat, kesempatan, dan anugerah-Nya!

HATI YANG BERSYUKUR
MENUTUP PELUANG UNTUK BERKELUH KESAH

1Tesalonika 5:12-22

12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu
menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang
memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;
13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam
kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai
seorang dengan yang lain.
14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka
yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati,
belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.
15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat
dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap
kamu masing-masing dan terhadap semua orang.
16 Bersukacitalah senantiasa.
17 Tetaplah berdoa.
18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang
dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
19 Janganlah padamkan Roh,
20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.
21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

February 24, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: