Blessing Based Spiritual Nurture

JANGAN SERAKAH!


Nats: Dinamailah tempat itu Kibrot Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus (Bilangan 11:34)


Suatu kali seorang pemilik tanah berujar kepada seorang pria yang ingin memiliki tanah yang luas, demikian, “Anda akan mendapatkan tanah seluas daerah yang mampu Anda kelilingi sebelum matahari terbenam. Jika Anda berha-sil mengelilingi 40 hektar, Anda
mendapat-kan 40 hektar. Jika Anda mampu me-ngelilingi 50 hektar, Anda mendapatkan 50 hektar.” Tanpa buang waktu, orang ini segera berlari sekuat tenaga. Ia terus berla-ri, dari pagi hingga petang, sampai akhir-nya dengan terhuyung-huyung ia berkata kepada pemilik tanah itu, “Saya dapat, saya dapat 500 ribu meter persegi.” Namun seketika ia roboh, dan mati.

Hal yang sama juga dialami bangsa Israel ketika mendapat manna dan burung puyuh. Tuhan memerintahkan agar mereka mengambil secukupnya saja (Keluaran 16:16), tetapi banyak dari mereka yang serakah dan mengambil lebih dari yang seharusnya. Ini membuat Tuhan marah, sehingga mereka yang serakah mati kena tulah di tempat yang diberi
nama “Kibrot Taawa”, yang berarti Kuburan Orang Serakah.

Keserakahan tidak akan membuat hidup kita semakin kaya, keserakahan justru akan membuat jiwa kita miskin dan akhirnya menghancurkan kita. Mungkin secara materi kita semakin kaya, tetapi apa arti semuanya itu jika kita mengabaikan keluarga, pelayanan, dan diri kita? Jika dituruti, keserakahan tidak akan pernah ada habisnya. Dari sedikit ingin banyak, dari banyak ingin lebih banyak lagi. Semua itu baru berhenti, setelah keserakahan itu menghancurkan semua hal di hidup kita. Mari kita belajar untuk mencukupkan diri, sehingga kita punya banyak waktu tidak hanya untuk mencari, tetapi juga untuk menikmati.

BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI
MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA

Keluaran 16:13-16; Bilangan 11:31-34

13. Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang
menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun
sekeliling perkemahan itu.
14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan
padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik,
halus seperti embun beku di bumi.
15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang
kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu.
Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan
TUHAN kepadamu menjadi makananmu.
16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang
menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk
seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.”

Bilangan 11:31

31. Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah
burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas
tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari
perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta
tingginya dari atas muka bumi.
32 Lalu sepanjang hari dan sepanjang malam itu dan sepanjang
hari esoknya bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung
puyuh itu — setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh
homer –, kemudian mereka menyebarkannya lebar-lebar sekeliling
tempat perkemahan.
33 Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah,
maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul
bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.
34 Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di
sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.

February 26, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: