Blessing Based Spiritual Nurture

AFFLUENZA

KEMURAHAN HATI MERUPAKAN TANGGAPAN TERBAIK
ATAS BERKAT YANG TELAH KITA TERIMA DARI TUHAN

Nats: Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri (Roma 15:1)

Carolina Reyes, koordinator rubrik koran kampus Western Washington University, menengarai adanya penyakit sosial bernama “affluenza” (affluence-bahasa Inggris: kemakmuran) yang menjangkiti masyarakat negara maju. Saat orang memiliki harta benda dan berbagai kemudahan hidup, mereka cenderung menjalani hidup yang konsumtif dan mengejar kenikmatan bagi diri sendiri. Namun, dari situ ternyata timbul berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, jantung koroner,
hipertensi, stroke, dan sebagainya, yang dapat berakibat fatal.

Setiap orang percaya dipanggil untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini dan mengalami pembaruan budi, sehingga dapat mengetahui kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2). Oleh karena itu, sekalipun kecenderungan hidup konsumtif mulai menjalar di sekitar kita, marilah kita memohon
pertolongan Allah agar dapat mengambil sikap yang berbeda. Sikap yang tidak hanya mengejar kenikmatan duniawi bagi diri sendiri, tetapi juga mau menyatakan kasih Allah dengan berbagi berkat kepada yang lemah dan membutuhkan. Hidup menjadi saluran berkat Tuhan bagi sesama dan tidak hanya menikmatinya sendiri. Firman Tuhan mengingatkan tentang kewajiban kita untuk menanggung kelemahan mereka yang tidak kuat dan jangan hanya mencari kesenangan diri sendiri (Roma 15:1).

Mari kita bermurah hati kepada mereka yang membutuhkan, agar sebagai anak-anak Allah kita tampil secara berbeda dengan dunia ini dan terhindar dari “affluenza” yang dapat menyebabkan berbagai penyakit jasmani dan rohani

Roma 15:1-6

1. Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak
kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama
kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri,
tetapi seperti ada tertulis: “Kata-kata cercaan mereka, yang
mencerca Engkau, telah mengenai aku.”
4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis
untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang
pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
5. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan,
mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak
Kristus Yesus,
6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan
Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

March 5, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: