Blessing Based Spiritual Nurture

KAMI JUGA TAHU

ALLAH TIDAK HANYA MEMBERIKAN HUKUM
NAMUN JUGA MEMAMPUKAN KITA UNTUK MEMATUHI HUKUM-NYA

Nats: Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah tinggal di dalam kamu (Roma 8:9)


Ludwig Ingwer Nommensen dikenal sebagai Rasul Suku Batak. Ia memulai misinya di Tanah Batak dengan mempelajari bahasa dan adat-istiadat setempat untuk menjalin hubungan dan mempererat pergaulan. Ia juga bersahabat dengan raja-raja setempat. Suatu hari seorang raja bertanya kepadanya, apa sebenarnya perbedaan kekristenan dengan tradisi Batak. “Kami juga tahu hukum yang melarang orang mencuri,
mengambil istri orang, atau bersaksi dusta,” kata raja itu.

Misionaris itu menjawab dengan lembut, “Tuan saya memberikan kemampuan untuk mematuhi hukum-hukum-Nya.” Raja itu terperanjat. “Dapatkah Anda mengajarkan hal itu pada rakyat saya?” tanyanya. “Tidak, saya tidak dapat mengajarkannya,” jawab Nommensen. “Namun, Allah dapat memberikan kepada mereka kemampuan itu jika mereka
meminta kepada-Nya dan mendengarkan firman-Nya.”

Seperti suku Batak, kita masing-masing juga mengetahui hukum tentang apa yang benar dan yang jahat. Ironisnya, pemeo “hukum itu ada untuk dilanggar” terus terbukti dari generasi ke generasi. Fakta tersebut menggarisbawahi kebenaran bahwa semua orang telah berdosa, sehingga tidak ada yang mampu mematuhi hukum Tuhan dengan kekuatannya
sendiri.

Syukurlah, anugerah Allah tidak hanya menebus dan menyelamatkan kita dari dosa. Bahasa Yunani untuk anugerah, charis, mencakup efek kemurahan Allah tersebut di dalam tindakan praktis. Dengan demikian, anugerah Allah juga memampukan kita untuk menaati dan melakukan hukum-hukum-Nya. Bersediakah kita mengandalkan anugerah-Nya?

Roma 8:1-17

1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang
ada di dalam Kristus Yesus.
2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam
Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena
tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan
mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging
yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas
dosa di dalam daging,
4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang
tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal
yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan
hal-hal yang dari Roh.
6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh
adalah hidup dan damai sejahtera.
7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah,
karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak
mungkin baginya.
8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada
Allah.
9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh,
jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak
memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
10. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang
mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena
kebenaran.
11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara
orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan
Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga
tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi
bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati;
tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu,
kamu akan hidup.
14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu
menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang
menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba,
ya Bapa!”
16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita
adalah anak-anak Allah.
17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli
waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji
Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu
jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga
dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

March 13, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: