Blessing Based Spiritual Nurture

MENGELOLA NEGERI


DI MANA KITA HIDUP DI SITULAH KIRANYA TUHAN DIPUJI-PUJI
Nats: Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau” (Kejadian 41:39)


Saat itu, status Yusuf masih narapidana. Namun karena hikmatnya, ia dapat berdiri di hadapan Firaun dan para pegawainya. Raja yang putus asa karena tak seorang ahli pun tahu makna mimpinya (ayat 24), kini mendapat jawaban hebat dan tepat dari narapidana Ibrani ini. Yusuf mengartikan mimpi Firaun bahwa akan ada 7 tahun kelimpahan dan 7 tahun kelaparan. Namun, ia juga segera memberi jalan keluarnya: sebagian hasil bumi harus disimpan dalam lumbung selama masa kelimpahan, agar di masa kesusahan ada persediaan. Agaknya Yusuf layak disebut ahli ekonomi dan ahli strategi sosial.

Ternyata, berada di negeri asing tak menghalangi kecemerlangan hikmatnya. Ia menabrak batas politis. Dalam tahuntahun berikutnya Yusuf menunjukkan bahwa pilihan Firaun tidak salah. Ia terbukti mumpuni (ayat 53-57). Ini menarik untuk direnungkan. Bukan hanya peningkatannya dari narapidana ke penguasa Mesir, melainkan juga sikap Yusuf yang sungguh memberikan hati untuk mengelola tugas berat di tanah asing. Dengan itu, ia pertama-tama berguna bagi Mesir. Namun kemudian, ia juga berguna bagi Israel, yang pada masa kelaparan tertolong oleh kemakmuran Mesir.

Yusuf melihat bahwa hidupnya yang naik turun-dijual sebagai budak, masuk penjara, sengsara, hingga dimuliakan di Mesir-sebagai karya Allah: “sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (45:5). Mari belajar dari Yusuf yang mengelola hidup demi membawa sejahtera bagi orang lain, masyarakat, dan bangsanya. Mari gunakan hikmat yang Allah karuniakan kepada kita dalam bidang masing-masing, untuk memberkati komunitas di tempat kita hidup

Kejadian 41:25-46

25 Lalu kata Yusuf kepada Firaun: “Kedua mimpi tuanku Firaun
itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa
yang hendak dilakukan-Nya.
26 Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan
ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua
mimpi itu sama.
27 Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar
kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir
gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan
ada tujuh tahun kelaparan.
28 Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku
Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang
hendak dilakukan-Nya.
29 Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di
seluruh tanah Mesir.
30 Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan
dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan
itu menguruskeringkan negeri ini.
31 Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan
di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya
kelaparan itu.
32 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun
berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan
segera melakukannya.
33. Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang
berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas
tanah Mesir.
34 Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan
penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun
kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir.
35 Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam
tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku
Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta
menyimpannya.
36 Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan
untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi
di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan
itu.”
37 Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua
pegawainya.
38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mungkinkah
kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh
Allah?”
39 Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah
memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang
demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.
40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu
seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari
padamu.”
41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku
melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”
42 Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari
jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah
kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya
kalung emas pada lehernya.
43 Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang
kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: “Hormat!”
Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh
tanah Mesir.
44 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Akulah Firaun, tetapi
dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh
tanah Mesir.”
45 Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan
Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya.
Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
46. Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun,
raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu
dikelilinginya seluruh tanah Mesir.

March 30, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: